Kamis, 30 Juli 2015

Auditing

Auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan menilai bukti-bukti secara objektif, yang berkaitan dengan asersi-asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Definisi di atas mengandung arti yang luas dan berlaku untuk segala macam jenis auditing atau pengauditan yang memiliki tujuan berbeda-beda. Adapun kalimat-kalimat kunci dalam definisi auditing di atas adalah sebagai berikut:
1.      Proses yang Sistematis: Mengandung makna sebagai rangkaian langkah atau prosedur yang logis, terencana, dan terorganisasi.
2.      Memperoleh dan Menilai Bukti Secara Obyektif: Mengandung arti bahwa auditor memeriksa dasar­-dasar yang dipakai untuk membuat asersi atau pernyataan oleh manajemen dan melakukan penilaian tanpa sikap memihak.
3.      Asersi-asersi tentang Tindakan-tindakan dan Kejadian­kejadian Ekonomi: Asersi atau pernyataan tentang kejadian ekonomi yang merupakan informasi hasil proses akuntansi yang dibuat oleh individu atau suatu organisasi. Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa asersi-asersi tersebut dibuat oleh penyusun laporan keuangan, yaitu manajemen perusahaan atau pemerintah, untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan, jadi bukan merupakan asersi dari auditor.
4.      Kesesuaian antara Asersi-asersi dengan Kriteria yang Telah Ditetapkan: Secara spesifik memberikan alasan mengapa auditor tertarik pada pernyataan atau asersi dan bukti-bukti pendukungnya. Namun agar komunikasi tersebut efisien dan dapat dimengerti dengan bahasa yang sama oleh para pengguna, maka diperlukan suatu kriteria yang disetujui bersama. Dalam audit laporan keuangan, kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian adalah Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).
5.      Mengkomunikasikan Hasilnya kepada Pihak-pihak yang Berkepentingan: Kegiatan terakhir dari suatu auditing atau pengauditan adalah menyampaikan temuan-temuan dan hasilnya kepada pengambil keputusan. Hasil dari auditing disebut atestasi atau pernyataan pendapat (opini) mengenai kesesuaiannya antara asersi atau pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, yaitu prinsip akuntansi berterima umum (PABU).

Auditing eksternal internasional merupakan profesi independen yang memberikan jasa nilai tambah global untuk jasa seperti misalnya konsultasi pajak, pelatihan, pemeriksaan system poengendalian uang, dan jasa akuntansi.
Perusahaan yang merambah lingkup internasional juga akan membutuhkan para konsultan keuangan internasional. Ini mendorong akuntan professional untuk mengorganisasi diri kedalam organisasi global yang memberikan kisaran jasa yang luas di seluruh dunia.

Profesi Akuntansi dan Auditing
Keberhasilan auditing memerlukan tiga persyaratan penting, yaitu :
1.      Pribadi yang cakap dan indepeden\
2.      Informasi yang dapat dikuantifikasi dan diverifikasi
3.      Kriteria yang mapan yang berupa standar auditing
Persyaratan ini diperlukan untuk auditing domestik maupun auditing internasional. Yang perlu diperhatikan adalah adanya perbedaan mengenai jalan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang auditor, bentuk dan isi laporan keuangan, serta standar auditor. Faktor-faktor ini menjadi masalah dalam auditing lintas Negara.
Sebagai contoh, apakah mungkin bagi auditor perusahaan BMW Jerman untuk berpegang pada opini auditor AS untuk sebuah cabang BMW di AS, mengingat bahwa PABU AS berbeda dengan PABU Jerman, sehingga kualifikasi auditor AS juga berbeda dengan kualifikasi auditor Jerman, dan bahwa standar auditing di AS juga berbeda berbeda dengan  standar auditing di Jerman. Kualitas auditing disetiap Negara ditentukan oleh sejumlah factor, seperti reputasi profesi akuntansi dan auditing, kualitas system pendidikan, dan proses sertifikasi. Reputasi profesi tersebut untuk menarik orang-orang yang cakap, sementara system pendidikan mencerminkan pelatihan khusus yang diberikan kepada para kandidat potensial yang akan menekuni profesi akuntansi.
Proses pemberian lisensi disejumlah Negara, termasuk Indonesia, dilaksanakan oleh sector swasta, sementara di sjumlah Negara lain dilaksanakan oleh sector publik. Di AS, masing-masing Negara bagian berhak untuk memberikan sertifikat kepada para kandidat, dan masing-masing Negara bagian tersebut menentukan termin pendidikan dan persyaratan pengalaman yang berbeda.
Serifikasi di Inggris juga dilaksanakan oleh sector swasta, tetapi di Jerman dan Perancis, pemerintah jauh lebih banyak terlibat dalam proses sertifikasi tersebut.proses lisensi atau pemberian sertifikat juga merupakan sebuah fungsi dari sejumlah factor lain, seperti misalnya identifikasi kandidat, persyaratan pendidikan, persyaratan pengalaman, dan ujian. Sertifikasi juga mempunyai aspek untuk menunjukan kemampuan akuntan pemegang sertifikat di sebuah Negara untuk berpraktik di Negara lain.

Soal:
1.      Kualitas auditing disetiap Negara ditentukan oleh sejumlah factor, seperti
a.          reputasi profesi akuntansi dan auditing
b.         kualitas system pendidikan
c.          Jawaban a dan b benar
d.         Jawaban a dan b salah

2.      Auditor memeriksa dasar­dasar yang dipakai untuk membuat asersi atau pernyataan oleh manajemen dan melakukan penilaian tanpa sikap memihak adalah definisi auditing
a.          Proses yang sistematis
b.         Memperoleh dan menilai bukti secara obyektif
c.          Tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan
d.         Mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan

3.      Rangkaian langkah atau prosedur yang logis, terencana, dan terorganisasi disebut
a.          Proses yang sistematis
b.         Memperoleh dan menilai bukti secara obyektif
c.          Tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan
d.         Mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan

4.      Keberhasilan auditing memerlukan tiga persyaratan penting, yaitu
a.          Pribadi yang cakap dan indepeden
b.         Informasi yang dapat dikuantifikasi dan diverifikasi
c.          Kriteria yang mapan yang berupa standar auditing
d.         Semua jawaban benar

5.      Profesi independen yang memberikan jasa nilai tambah global untuk jasa seperti misalnya konsultasi pajak, pelatihan, pemeriksaan system poengendalian uang, dan jasa akuntansi definisi dari
a.          Auditing
b.         Auditing internal internasional
c.          Auditing eksternal internasional
d.         Semua jawaban salah

Sumber:
Sunardi dan Danang Sunyoto. 2011. Akuntansi Internasional. Amara Book. Yogyakarta

Perencanaan dan Kendali Menejemen

Perencanaan dan Kendali Menejemen

Struktur Sistem Pengendalian Manajemen
Struktur sistem pengendalian manajemen merupakan komponen-komponen yang berkaitan dengan lainnya yang secara bersama-sama membentuk sistem. Setiap komponen dalam struktur memiliki fungsi tertentu untuk mencapai tujuan sistem. Struktur yang sehat adalah struktur sistem yang setiap komponennya didesain sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis yang akan diterapi sistem tersebut. Struktur sistem pengendalian manajemen diperlukan oleh organisasi perusahaan karena menuntut semua perusahaan yang memasuki lingkungan tersebut memiliki kekuatan lebih untuk bersaing. Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, organisasi perusahaan tidak cukup hanya mampu menjadi pencipta kekayaan (wealth-creating institution) namun dituntut untuk menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan (wealth-multiplying institution).

Perencanaan Dan Kendali Manajemen
Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan (dalam hal ini perusahaan multinasional). Namun ada variabel-variabel yang memperumit keputusan manajemen, yaitu:
1.      Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus
2.      Mata uang yang mengambang
3.      Resiko kedaulatan
4.      Pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional
5.      Perbedaan dalam sistem pajak nasional
6.      Perbedaan tingkat suku bunga dan pengaruh harga komoditas
7.      Ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan.

Dalam melakukan kendali manajemen, perusahaan memerlukan alat perencanaan yang dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal. Alat tersebut membantu perusahaan dalam mengenali kesempatan dan tantangan yang ada. Salah satu alat tersebut adalah analisis WOTS-UP yang menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Akuntan juga dapat membantu para perencana
Perusahaan untuk memperoleh data yang bermanfaat dalam keputusan perencanaan strategis. Kemudian, keputusan untuk melakukan investasi luar negeri merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi
global sebuah perusahaan multinasional. Resiko investasi diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah. Perencanaan formal merupakan suatu keharusan dan umumnya dilakukan dalam suatu kerangka penganggaran modal yang membandingkan manfaat dan biaya investasi yang diusulkan. Perbedaan dalam hukum pajak, sistem akuntansi, laju inflasi, resiko nasionalisasi, kerangka mata uang, segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan, dan perbedaan dalam bahasa dan budaya menambah unsur-unsur kerumitan yang jarang ditemui dalam lingkungan domestik.

Adaptasi (penyesuaian) oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran:
(1) menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional,
(2) mengukur ekspektasi arus kas, dan
(3) menghitung biaya modal perusahaan multinasional.

Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untuk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan. Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal, yaitu pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal; biaya izin, royalty, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan; perbedaan laju inflasi nasional; dan perubahan kurs valuta asing; dan perbedaan pajak.

Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika suatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing lokal, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di
perusahaan lokal. Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak lokal juga sama-sama diramalkan. Namun demikian, terdapat tambahan kerumitan yang harus dipertimbangkan, yaitu:
·         arus kas proyek vs induk perusahaan
·         arus kas induk perusahaan yang terkait dengan pendanaan
·         pendanaan yang bersubsidi
·         resiko politik

Proses ini juga harus mempertimbangkan pengaruh perubahan dan fluktuasi nilai mata uang atas ekspektasi pengembalian mata uang asing. Sumber utama arus kas induk meliputi pinjaman dari induk perusahaan, dividen, biaya lisensi, beban overhead, royalty, harga transfer untuk pembelian dari atau penjualan kepada induk perusahaan, dan estimasi nilai akhir proyek. Pengukuran arus kas ini memerlukan pemahaman atas perbedaan akuntansi nasional, kebijakan repatriasi pemerintah, laju inflasi, dan kurs potensial masa depan serta perbedaan pajak.

Alat Perencanaan
Dalam identifikasi faktor yang relevan di masa depan, analisis lingkungan eksternal dan internal sangat membantu perusahaan untuk mengenali tantangan dan kesempatan. Analisis SWOT (Strength,  Weakness, Opportunity, Threat) Akuntan membantu memberikan data yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan perencanaan strategis. Informasi juga bisa berasal dari sumber selain catatan akuntansi.

Penganggaran Modal
Investasi luar merupakan keputusan yang strategis dan penuh resiko. Oleh karena itu perencanaan formal harus dilakukan, seperti dengan membuat Capital Budgeting + C/B Analysis. Pertimbangan sifat investasi (independen/mutually exclusive) dan menggunakan NPV yang paling optimal. Dalam lingkungan internasional, perencanaan investasi tidaklah sederhana karena harus mempertimbangkan, perbedaan sistem hukum, sistem akuntansi, laju inflasi, resiko nasioanal, mata uang dan segmentasi pasar.

Sudut Pandang Hasil Keuangan
Manajer keuangan internasional harus mempertimbangkan rate of return dari aspek Proyek LN dan Proyek Induk Perusahaan. Evaluasi hasil investasi dari sudut pandang investor domestic induk perusahaan tidak memadai lagi, tetapi lebih memadai jika dilihat dari sudut pandang negara tuan rumah. Solusinya adalah manajer keuangan harus merespon kepada kelompok investor dan non-investor di organisasi dan
lingkungannya. Mengukur Ekspektasi Pengembalian Mengukur ekspektasi arus kas sungguh cukup menantang, sehingga manajer keuangan harus memiliki gambar tentang proyeksi arus kas. Kerumitan proyeksi arus kas haru mempertimbangkan:
1.      Arus kas proyek vs Induk Perusahaan
2.      Arus kas induk perusahaan yang terikat dengan pendanaan.
3.      Pendanaan bersubsidi
4.      Resiko politik.

Jawaban dan Soal
1.      Adaptasi oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran yaitu…
a.          Menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional
b.         Mengukur ekspektasi arus kas
c.          Menghitung biaya modal perusahaan multinasional.
d.         Semua Benar
   Jawaban D

2.      Struktur sistem pengendalian manajemen merupakan komponen-komponen yang berkaitan dengan lainnya yang secara bersama-sama membentuk sistem merupakan pengertian dari…
a.       Struktur Sistem Pengendalian Manajemen
b.      Struktur Sistem Perencanaan Manajemen
c.       Struktur Sistem Pengendalian dan Perencanaan Manajemen
d.      Perencanaan dan Kendali Manajemen 
Jawaban A

3.      Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan harus…
a.       menjadi pencipta kekayaan (wealth-creating institution)
b.      menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan (wealth-multiplying institution).
c.       A dan B benar
d.      A dan B salah
Jawaban C

4.      Pengukuran arus kas ini memerlukan pemahaman atas perbedaan….
a.             Akuntansi nasional
b.            kebijakan repatriasi pemerintah
c.             laju inflasi
d.            Semua benar
     Jawaban D

5.      Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, namun ada variabel-variabel yang memperumit keputusan manajemen, yaitu:
a.       Penambahan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus
b.      Resiko kedaulatan
c.       Pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas internasional
d.      Mata uang yang melambung
Jawaban B


Sumber:

Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 2. Jakarta : Salemba Empat.

Sabtu, 13 Juni 2015

Harmonisasi Akuntansi dan Bagan Internasional

Harmonisasi Akuntannsi Internasional
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Harmonisasi akuntansi mencaku harmonisasi:
1.      Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan).
2.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan public terkait dengan penawaaran surat berharga dan pencatatan pada burasa efek.
3.      Standar audit Survei Harmonisasi Internasional.
Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional
Sejak tahun 1982, tujuan IASC telah berubah dari tujuannya yang semula untuk menyusun satu standar akuntansi yang seragam untuk semua negara menjadi suatu proses harmonisasi SAI. IASC mulai menyadari bahwa standarisasi merupakan usaha yang sulit. Oleh karena itu alternative lain adalah melakukan harmonisasi standar akuntansi internasional. Ada beberapa alasan yang diperlukan untuk melaksanakan harmonisasi, yaitu:
1.      Fakta bahwa beberapa negara telah memberikan kontribusi bagi pengembangan akuntansi, seperti USA.
2.      Peatnya pertumbuhan dan perdagangan ekonomi dunia dan banyanya perusahaan multinasional yang beroperasi dis uatu negara.
3.      Beberapa negara sudah mengadopsi SAI untuk memecahkan asalah akuntansi yang relevan bagi negaranya.
4.      Harmonisasi sangat bermanfaat bagi suatu negara.
Standardisasi Standar Akuntansi
Standardisasi akuntansi internasional adalah proses membuat satu standar yang umum untuk semua negara. Hal ini berarti setiap negara wajib menerapkan satu standar akuntansi internasional tanpa mempertimbangkan faktor-faktor beda yang ada pada setiap negara. Pelaporan keuangan menjadi lebih dapat diperbandingkan. Akan tetapi penerapan satu standar ini menyebabkan standar akuntansi menjadi sangat kaku dan tidak dapat mengakomodasi perbedaan yang ada di antara negara yang satu dengan negara yang lain. Perusahaan-perusahaan di suatu negara harus menghadapi dan mengantisipasi tekanan sosial, politik, dan ekonomi dalam negeri, sementara harus menyesuaikan diri dengan standar internasional yang sangat kompleks. Standardisasi beranggapan bahwa tidak ada perbedaan antar negara yang satu dengan negara yang lain. Anggapan ini sama sekali tidak benar sebab setiap negara memiliki karakteristiknya masing-masing yang nyata berbeda.
Standardisasi akuntansi internasional dapat dicapai dengan tiga model pendekatan, yaitu
1.      International and Political Agreement
Model penerapan standar karena ada perjanjian internasional atau perjanjian politik yang bisa menyangkut wilayah regional tertentu atau lebih dari wilayah regional.
2.      Profesional Agreement
Standar akuntansi internasional diterapkan karena adanya perjanjian profesional antara organisasi profesi akuntansi yang tergabung dalam sutau organisasi akuntansi internasional seperti IASC/IASB. Dengan demikian IASC/IASB dapat meminta anggotanya untuk mengadopsi dan menerapkan Standar Akuntansi Internasional (SAI/IFRS).
3.      Voluntary
Pendekatan penerapan SAI secara sukarela karena ada kepentingan atau motivasi tertentu dari suatu negara untuk mengadopsi SAI.

Keuntungan harmonisasi akuntansi internasional:
1.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portfolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
3.      Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:
1.      Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2.      Komisi Uni Eropa (EU)
3.      Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4.      Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
5.      Kelompok Kerja Ahli antar pemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (Internationals Standards of Accounting and Reporting – ISAR), bagian dari Konferensi PBB dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development – UNCTAD).
6.      Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Kelompok Kerja OECD).
Perbedaan Harmonisasi & Standar Akuntansi Internasional
Harmonisasi dengan standardisasi memiliki perbedaan yaitu standarisasi adalah sekelompok aturan yang kaku  dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standardisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaanantarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar diimplementasikan secara internasional. Sedangkan Harmonisasi jauh lebih fleksibel karena mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar dan telah mengalami kemajuan yang pesat di internasional dalam tahun-tahun terakhir.
Keuntungan Harmonisasi Internasional
1.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak diseluruh dunia tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berurang.
3.      Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
4.      Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tinggi.
Pertanyaan:
1.      Sejak tahun berapa tujuan IASC telah berubah dari menyusun satu standar akuntansi yang seragam untuk semua negara menjadi suatu proses harmonisasi SAI?
a.       1928
b.      1982
c.       1980
d.      1983
Jawaban B
2.      Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional adalah…
a.       Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
b.      Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
c.       Komisi Uni Asia (AU)
d.      Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
Jawaban C
3.      Ada beberapa alasan diperlukannya untuk melaksanakan harmonisasi yaitu
a.       Fakta bahwa beberapa negara telah memberikan kontribusinya bagi pengembangan akuntansi
b.      Pesatnya pertumbuhan dan perdagangan ekonomi dunia dan banyaknya perusahaan multinasional yang beroperasi di suatu Negara
c.       Beberapa negara sudah mengadopsi SAI untuk memecahkan masalah akuntansi yang relevan bagi negaranya
d.      Semua jawaban benar
Jawaban D
4.      Kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan disebut
a.       Informasi lain yang berkaitan
b.      Pengukuran dan penilaian
c.       Pengakuan
d.      Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan
Jawaban C
5.      Pendekatan penerapan SAI secara sukarela karena ada kepentingan atau motivasi tertentu dari suatu negara untuk mengadopsi SAI adalah
a.       International and Political Agreement
b.      Profesional Agreement
c.       Voluntary
d.      Semua jawaban salah
Jawaban C
Referensi:
·         Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Buku 2 Edisi 6. Salemba Empat. Jakarta
·         Files. 2015. Akuntansi Internasional. http://www.slideshare.net/dewimasita/makalah-akuntansi-internasional. Accessed on March 23, 2015

·         Meek, Gary. and Saudagaran S. (1990). A Survey of Research on Financial Reporting in a Transnational Context. Journal of Accounting Literature, 9, pp. 145-182.