Minggu, 23 Maret 2014

Tugas 1 Tenses

Pengertian Tenses

Tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa.
Maacam – macam tenses
1.    Simple Present Tense
Tense ini untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
Rumus: S + V-1
Ex:
a.    We agree with the speaker’s opinion.
b.    The earth goes around the sun.
c.    I work in a book shop.
d.    I get up 5 o’clock every morning
e.    In summer, john usually plays bowling once a week.

2.    Present Continuous Tense
Tense ini untuk membicarakan aksi yang sedang berlangsung sekarang atau rencana dimasa depan.
Rumus: S + am/is/are + present participle (V1+ing)
Ex:
a.    I’m driving a car to Bandung now.
b.    We are watching movies at the newest theater in town.
c.    You are working hard today
d.    Lily is playing tennis tournament this week.
e.    Tom is bulding his own house.

3.    Present Perfect Tense
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang.
Rumus: S + have/has + past participle (V3)
Ex:
a.    I have lived in Cilegon for 3 months.
b.    I have lost my key.
c.    Chintya has gone to Australia
d.    Bella has lived in Yogyakarta all her live
e.    I have never smoked

4.    Simple Past Tesnse
Tense ini untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi dimasa lampau.
Rumus: S + V-2
Ex:
a.    The party started at 10.00 a.m.
b.    She studied very hard last night.
c.    We went to Malaysia last month.
d.    Two days ago, john went to bookstore and bought books.
e.    Last night, I got up of the bed and answered phone from my mom.

5.    Past Perfect Tense
Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi lainnya terjadi.
Rumus: S + had + past participle (V3)
Ex:
a.    When he came last night, the cake had run out.
b.    When I arrived at party last night, john had already gone home.
c.    When she got home, she found that someone had broken into my room and had stolen my television.
d.    Anne had completely read one novel when I visited her.
e.    He had finished working when his mother visited him.

6.    Past Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu dimasa lampau.
Rumus: S + was/were + present participle (V1+ing)
Ex:
a.    The team was playing basketball all day yesterday.
b.    I were listening to the radio when he came.
c.    What were you doing at 8 o’clock last night?
d.    While I was playing tennis yesterday, I hurt my legs.
e.    It was raining when he got up.

7.    Simple Future Tense
Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, baik secara spontan, maupun terencana.
Rumus: S + will + bare infinitive (V1)
Ex:
a.    You will win the game.
b.    I will go to Bangkok next month.
c.    Shanti will write a thiller novel.
d.    We shall swim together next week.
e.    I shall visit my grandmother tomorrow. She has been ill for years.

8.    Future Perfect Tense
Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai pada suatu titik waktu di masa depan.
Rumus: S + will + have + past participle (V3)
Ex:
a.    At this time next month, I’ll have finished my English course.
b.    They will have worked for 3 years at the pizza restaurant in May 2010.
c.    I will not swum at 4 p.m. tomorrow.
d.    I will have been in this hospital until tomorrow morning
e.    Eric will not have been in his room until tomorrow afternoon

9.    Future Continuous Tense
Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan.
Rumus: S + will + be + present participle (V1+ing)
Ex:
a.    He will be sleeping at 10 p.m.
b.    She will learning music next Tuesday at Harmony Music Studio.
c.    We will be watching cinema at 7 p.m. tomorrow.
d.    What time will she be sleeping tonight?
e.    Where will they be travelling next week?

Sumber:
http://www.belajaringgris.net/future-perfect-tense-815.html




Selasa, 28 Januari 2014

RESENSI FILM

RESENSI FILM
PUTIH ABU – ABU DAN SEPATU KETS
Sutradara        : Nayato Fio Nuala
Pemain            : Arumi Bachsin, Adipati, Michella Putri, Rendy Septino, Steven William, dan Filda Effendi.

Kisah Remaja dengan Sejuta Problema tiga sahabat berumur 14 tahunan, Flory, Kemala, dan Icha, menjalin persahabatan dengan Dea, teman satu sekolah mereka yang nekad berusaha bunuh diri.

Dea depresi karena cowoknya Adit telah merekam dan menyebarkan adegan mesra mereka ke teman-teman sekolah Dea melalui internet dan telepon genggam.

Persoalan keluarga Flory adalah yang paling rumit dalam hidupnya. Apalagi saat orang tuanya bercerai karena ibunya ternyata seorang lesbian.

Kemala, selalu ingin tahu hal-hal yang berbau dewasa, diantara teman-temannya. Dia adalah orang pertama yang mendapat menstruasi dan pacaran. Semua yang dia alami selalu diceritakan pada teman-temannya.
Berbeda dengan Icha yang merasa belum sempurna karena belum menstruasi. Persoalan hidup dan mencari cinta mengajarkan mereka banyak hal. Satu persatu masalah mereka selesaikan dengan cara mereka. Dan mereka sangat menjaga yang namanya harga diri. Mereka tidak mau terjerumus pada hal yang negatif walaupun masalah yang mereka hadapi tidaklah mudah.

Film Putih Abu-Abu & Sepatu Kets merupakan sebuah kisah tentang kehidupan remaja sekarang ini. Seks bebas di tengah kecanggihan teknologi, menjadikan remaja gampang terjebak berbuat nekat atau sok berani, agar dianggap si pemberani.

Film ini juga mengajarkan kepada orangtua agar menjadi penjaga dan pembimbing yang baik kepada anak-anaknya yang sudah beranjak remaja. Masa puber merupakan masa penuh coba-coba. Remaja bisa menjadi rusak bila tidak dijaga dan dibimbing dengan baik.


Sang sutradara Nayato Fio Nuala merupakan sutradara yang pernah meraih Piala Citra untuk film remaja. Ekskul, dan menuai kontroversi.

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU
AKUNTANSI BIAYA EDISI 5
Mulyadi
Universitas gadjah Mada

Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, pengglongan, peringkasan, dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara – cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.

Buku teks Akuntansi biaya edisi 5 ini berisi uraian konsep, manfaat, dan perekayasaan informasi biaya. Dengan menguasai konsep dan manfaat biaya, kerangka berfikir dan kesadaran biaya yang tinggi dapat terbentuk, sehingga akan menjadikan personel memiliki kemampuan untuk melakukan pengendalian biaya dan penentuan cost produk. Dengan menguasai perekayasaan informasi biaya, personel akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi biaya dan akan mampu “menjual” informasi tersebut kepada pemakai yang memerlukannya. Mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi dan jurusan manajemen merupakan pengguna utama buku ini.

Daftar isi:
1.     Akuntansi biaya dan pengertian biaya
Bagian 1 PENENTUAN HARGA POKO PRODUK
2.     Metode harga pokok pesanan – full costing
3.     Metode harga pokok proses – pengantar
4.     Metode harga pokok proses – lanjut
5.     Variabel costing
6.     Variabel costing dengan metode harga pkok pesanan dan metode harga pokok proses
7.     Biaya overhead pabrik
8.     Departementalisasi biaya overhead pabrik
9.     Biaya bahan baku
10.  Biaya tenaga kerja
11.  Penentuan harga pokok proideuk bersama dan produk sampingan
Bagian 2 PENGENDALIAN BIAYA
12.  Sistem biaya taksiran
13.  Sistem biaya standar
14.  Sistem biaya standar – variabel costing
Bagian 3 TOPIK KHUSUS
15.  Perilaku biaya
16.  Analisis biaya pemasaran


Selasa, 31 Desember 2013

Penalaran Induksi (generalisai, hipotesa & teori, analogi, hubungan kausalitas, induksi dalam metode eksposisi)


CONTOH – CONTOH PENALARAN INDUKSI
A.  GENERALISASI
Contoh:
1.     Binatang lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan
Binatang sapi berkembang biak dengan cara melahirkan
Jadi, binatang mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan.

2.     Pohon mangga melakukan fotosintesis di siang hari
Pohon rambutan melakukan fotosintesis di siang hari
Jadi, tumbuhan hijau melakukan fotosintesis di siang hari.

B.    HIPOTESA & TEORI
Contoh:
1.   Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi gelap, maka seseorang dapat menyimpulkan bahwa sebentar lagi akan turun hujan.

2.   Apabila hujan turun dengan deras dan debit air di bendungan Katulampak tnggi maka dapat disimpulkan Jakarta akan mengalami kebanjiran.

C.    ANALOGI
Contoh:
1.     Anak-anak pak anto memang anak yang baik. Lihat saja Ani dan juga Ina keduanya anak yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya. Ani adalah seorang anak yang amat rajin. Tiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, ia selalu menyempatkan untuk membantu ibunya menyiapkan sarapan yang akan dimakan. Tidak kalah rajin, anak bungsu pak Anto, Ina, juga selalu membantu ayah ibunya membersihkan rumah. Ia akan menyapu lantai rumah dan juga halaman luar. Disamping itu ia juga tidak lupa menyiram bunga bunga di taman kecilnya. Ani dan Ina merupakan anak yang sangat berbakti. Ani tidak lupa mengucap salam dan mencium tangan kedua orang tunya. Demikian juga dengan sang adik Ina yang tidak pernah lupa melakukan hal yang sama. Memang benar sekali Ani dan Ina adalah anak yang baik dan berbakti pada orang tua.

2.     Mata merupakan organ tubuh yang digunakan untuk melihat.  berjalan tanpa mata pasti akan sangat  sulit, karena tanpa penglihatan manusia akan sering tertabrak, tersandung, dan terjatuh. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan merupakan penuntun di dalam hidup manusia. tanpa ilmu pengetahuan hidup akan terasa sangat sulit, karena tanpa ilmu pengetahuan, manusia akan sulit menghadapi halangan, rintangan, dan masalah di dalam kehidupan.

D.    HUBUNGAN KAUSALITAS
Contoh:
1.   Sebab – Akibat
C/: karena banyak nya masyarakat yang membuang sampah di sungai mengakibatkan banjir di Jakarta.

2.     Akibat – Sebab
C/: Nila terkena penyakit demam berdarah karena digigit nyamuk Nyamuk Aedes aegypti.

3.     Akibat – Akibat
C/: Akibat banjir bandang karena hujan deras hari senin lalu mengakibatkan para petani gagal panen.

E.     INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Contoh:
1.     Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.


Sumber:
http://contohsuratku.com/contoh-paragraf-analogi/
http://rizkyarlin.blogspot.com/2013/10/kumpulan-contoh-paragraf-analogi.html

Kamis, 07 November 2013

CONTOH PENALARAN DEDUKTIF (SECARA LANGSUNG & TIDAK LANGSUNG)

A.              Penalaran Deduksi ( Secara Langsung)
Rumus:
1.               Semua S adalah P
Sebagian P adalah S
Contoh:
·       Semua siswi kelompok paduan suara adalah yang menggunakan kemeja putih.
Sebagian yang menggunakan kemeja putih adalah siswi kelompok paduan suara.
·       Semua ular adalah hewan yang memiliki bisa.
Sebagian yang memiliki bisa adalah ular.
Rumus:
2.               Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun P adalah S
Contoh:
·       Tidak satupun kambing adalah karnifora.
Tidak satupun karnifora adalah kambing.
·       Tidak satupun burung adalah mamalia.
Tidak satupun mamalia adalah burung.
Rumus:
3.               Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Contoh:
·       Semua yang lulus ujian PNS adalah orang yang mampu mengerjakan tes tertulis dengan baik dan benar.
Tidak satupun yang lulus ujian PNS adalah orang yang tidak mampu mengerjakan tes tertulis dengan baik dan benar.
·       Semua kaktus adalah tanaman yang berduri.
Tidak satupun kaktus adalah tanaman yang tidak berduri.
Rumus:
4.               Tidak satupun S adalah P
Semua S adalah tidak P
Contoh:
·       Tidak satupun siswa laki-laki adalah yang menggunakan rok.
Semua siswa laki-laki adalah yang bukan menggunakan rok.
·       Tidak satupun atlet tinju adalah pesulap.
Semua atlet tinju adalah bukan pesulap.
Rumus:
5.               Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Tidak satupun tidak P adalah S
Contoh:
·       Semua mawar berduri.
Tidak satupun mawar yang tidak berduri.
Tidak satupun yang tidak berduri adalah mawar.
·       Semua ikan bernafas dengan insang.
Tidak satupun ikan yang tidak bernafas dengan insang.
Tidak satupun yang tidak bernafas dengan insang adalah ikan.

B.              Penalaran Deduksi (Secara tidak Langsung)

Rumus:
1.               Silogisme Kategorial
Contoh:
·       Semua pianis adalah yang mampu membaca not balok
Nina adalah pianis.
Jadi Nina mampu membaca not balok.
·       Semua anggota vokal group adalah yang memakai kemeja batik.
Doni adalah anggota vokal group.
Jadi Doni memakai kemeja batik.
Rumus:
2.               Silogisme Hipotesis
Contoh:
·       (+) Jika air dipanaskan air akan menguap
     Air dipanaskan
     Jadi air menguap.
(-) jika air tidak dipanaskan air tidak akan menguap
    Air tidak dipanaskan
    Jadi air tidak menguap.
·       (+) Jika biji kacang hijau diredam air maka akan tumbuh kecambah
     Biji kacang hijau direndam air
     Jadi biji kacang hijau tumbuh kecambah.
(-) jika biji kacang hijau tidak direndam air maka tidak akan tumbuh kecambah
    Biji kacang hujau tidak direndam air
    Jadi biji kacang hijau tidak tumbuh kecambah.
Rumus:
3.               Silogisme Alternatif
Contoh:
·       Dia seorang pencuri atau pemain ustad.
Dia pencuri
Jadi dia bukan ustad.
·       Dia seorang karyawan atau pemilik perusahaan
Dia karyawan
Jadi dia bukan pemilik perusahaan.
Rumus:
4.               Entimen
Contoh:
·       Sinta adalah anak yang memiliki suara yang indah.
Karena Sinta adalah penyanyi
·       Soni adalah pria yang jenius.
Karena Soni adalah ilmuan.
Rumus:
5.               Rantai Deduksi
Contoh:
·       Semua Paus adalah binatang mamalia.
Paus hidup di laut dan ia memakan ikan-ikan kecil.
Populasi Paus saat ini terancam punah.

Semua masyarakat harus saling bahu membahu menjaga Ekosistem laut agar Paus tidak punah.